Header Ads

PROYEK EMBUNG LAPPIO SEBATIK MANGKRAK

GAMBAR : BURHANUDDIN, S. HI
SEBATIK – Musim kemarau panjang yang melanda Pulau Sebatik. Kemarau panjang sudah terjadi selama  delapan bulan, membuat warga Sebatik Barat mengalami kesulitan air bersih.

Selama ini warga Sebatik Barat mengandalkan air hujan dan sumur sebagai sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mandi, mencuci, dan kebutuhan lainnya.

“Warga Sebatik Barat sangat kesulitan air dan selama ini warga memenuhi kebutuhan air dengan membeli air seharga Rp 150.000,- per profil (1.200 liter),” Ujar Amir warga Desa Binalawan.

Proyek Embung Lappio yang berlokasi di Dusun Lappio Desa Setabu Kecamatan Sebatik Barat sampai hari ini belum dapat digunakan warga. Proyek air bersih ini direncanakan untuk menyuplai kebutuhan air bersih di tiga Desa Kecamatan Sebatik Barat.  Tiga desa tersebut yakni Desa Setabu, Desa Binalawan, dan Desa Liang Bunyu. Jumlah penduduk ketiga desa ini sebanyak 8.382 jiwa (data tahun Desember 2014, Dinas Kependudukan dan Catatatan Sipil Kab. Nunukan).

Pengerjaan proyek ini dimulai pada tahun 2011 lalu dengan sumber dana berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Tidak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai angka miliyaran rupiah. Namun, hingga kini proyek ini belum bisa di operasionalkan, padahal banyak warga perbatasan Sebatik Barat yang sudah sangat menunggu dioperasionalkan proyek ini.

Burhanuddin, Anggota DPRD Kabupaten Nunukan dapil Sebatik, turut bersimpati kepada warga Sebatik Barat dan berharap agar Proyek Embung Lappio segera dioperasionalkan. “Saya sangat mengharapkan agar Proyek Embung Lappio segera dimanfaatkan karena ini adalah kebutuhan mendasar bagi warga Sebatik Barat,” ungkapnya saat dihubungi sebatiknews.com via telepon, Jumat (22/5).

Kantor PDAM yang berada di Bukit Lappio sudah lama selesai, namun belum dioperasionalkan. Aspirasi warga Sebatik Barat terkait air bersih selalu di sampaikan kepada pemerintah, baik kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Terlebih lagi aspirasi ini selalu disampaikan disaat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSREMBANG), akan tetapi tak pernah di tindak lanjuti dari pihak terkait. (Naufal)

No comments

Powered by Blogger.