Header Ads

INI HARAPAN WARGA PERBATASAN SEBATIK PASCA RESHUFFLE MENTERI JOKOWI - JK

GAMBAR :  KONDISI JALAN DI DESA BUKIT HARAPAN, PULAU SEBATIK
SEBATIK – Pasca perombakan kabinet jilid II yang telah dilakukan Presiden Jokowi mendapat sorotan dari warga perbatasan Pulau Sebatik, Provinsi Kalimantan Utara.

Presiden Jokowi merombak (reshuffle) 12 Menteri dan Kepala BPKM, yakni Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Panjaitan digantikan oleh Wiranto, Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli digantikan oleh Luhut Binsar Panjaitan.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro digantikan oleh Sri Mulyani, Menteri Perencanaan Nasional (Kepala Bappenas) Sofyan Djalil digantikan oleh Bambang Brodjonegoro, Menteri Agraria dan Tata Ruang (Kepala BPN) Ferry Mursidan Baldan digantikan Sofyan Djalil.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan digantikan Muhadjir Effendy, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said digantikan Arcandra Tahar, Menteri Perhubungan Ignatius Jonan digantikan Budi Karya Sumadi, Menteri Perindustrian Saleh Husin digantikan oleh Airlangga Hartarto.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Trasnmigrasi Marwan Jafar digantilkan oleh Eko Putro Sandjojo, Menteri Pemberdayaan Apratur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddi Chrisnandi digantikan oleh Asman Abnur, Menteri Perdagangan Thomas Lembong digantikan Enggartiasto Lukito, Kepala BKPM Frangky Sibarani digantikan oleh Thomas Lembong.

Menurut Junaidi, reshuffle menteri yang dilakukan Jokowi adalah hal yang wajar, namun dia menyoroti perumbuhan ekonomi Indonesia yang rendah, tingginya angka kemiskinan dan pengangguran, dan menteri yang tidak solid.

“Sah-sah saja Presiden Jokowi mengganti menterinya, tapi menteri yang sekarang harus betul-betul bekerja membangun Indonesia khususnya ekonomi yang semakin buruk, kemiskinan dan pengangguran semakin banyak, menterinya harus semakin solid dan tidak buat gaduh”, Ujarnya. Jumat (29/7).

Sementara Yusuf meminta Pemerintahan Jokowi-JK merealisasikan DOB Kota Sebatik yang sesuai dengan nawacitanya untuk membangun daerah perbatasan Pulau Sebatik. Dia juga berharap agar Pulau Sebatik milik Indonesia tidak tertinggal jauh dengan Kota Tawao Malaysia.

“Semoga dengan pergantian kabinet ini, pemerintahan Jokowi-JK lebih memperhatikan daerah perbatasan khususnya perbatasan Pulau Sebatik yang sangat sesuai dengan konsep nawacita Jokowi-Jk membangun dari daerah terdepan, salah satunya merealisakan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Sebatik. Perbatasan Pulau Sebatik tidak boleh kalah dengan Kota Tawau Malaysia”, Ujarnya. Jumat (29/7).

Hal yang sama juga disampaikan Eka, dia berharap adanya perhatian pemerintah pusat untuk membangun infrastruktur Pulau Sebatik, serta tidak menginginkan Pulau Sebatik Provinsi Kalimantan Utara lepas dari pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Saya berharap agar ada perhatian pemerintah terhadap pembanguan infrastruktur di Pulau Sebatik. Saya tidak ingin Pulau Sebatik bernasib sama dengan Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan yang diambil Malaysia”, Ujarnya, Sabtu (30/7).

Presiden Jokowi telah melakukan reshuffle menteri sebanyak dua kali, yakni pada tanggal 12 Agustus 2015 dan tanggal 27 Juli 2016.

Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Jokowi melakukan blusukan ke Pulau Sebatik pada tanggal 16 Desember 2014. Jadi, sangat wajar masyarakat Perbatasan Pulau Sebatik menantikan kerja nyata Presiden bersama para menteri “Kabinet Kerja“ untuk membangun teras terdepan NKRI, yakni Pulau Sebatik Indonesia. (Naufal)

No comments

Powered by Blogger.