Header Ads

ANGGOTA DPD RI : GURU DI PERBATASAN PULAU SEBATIK BUTUH PEMBINAAN

GAMBAR : ANGGOTA DPD RI K. H. MUSLIHUDDIN ABDURRASYID, LC., M.PdI
JAKARTA – Wilayah perbatasan Pulau Sebatik masih dihadapkan dengan berbagai problem pendidikan. Kurangnya perhatian pemerintah terhadap pendidikan di daerah perbatasan Pulau Sebatik Provinsi Kalimantan Utara membuat pemerhati pendidikan dan juga Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Dapil Kaltim Kaltara) K. H. Muslihuddin Abdurrasyid, Lc., M. PdI angkat bicara.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada Pasal 10 Ayat (1) mengatakan bahwa “kompetensi guru meliputi kompotensi pedagogik, kompotensi kepribadian, kompotensi sosial, dan kompotensi profesional yang diproleh melalui pendidikan profesi”.

Kompetensi pedagogik adalah kemampuan pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
 
Kompetensi kepribadian adalah kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.
 
Kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
 
Kompetensi profesional adalah penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap struktur dan metodologi keilmuannya.
 
Anggota DPD RI, K. H. Muslihuddin Abdurrasyid, Lc., M. PdI mempertanyakan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kompotensi guru di Perbatasan Pulau Sebatik.
 
“Perlu adanya pembinaan guru di Perbatasan Pulau Sebatik. Bahkan ada guru selama 15 tahun belum pernah mendapatkan pembinaan. Ini parah sekali, seharusnya guru mendapatkan pembinaan setidaknya 6 bulan sekali.” Ujar saat ditemui di Gedung DPD RI. Senin (6/2).
 
Tambahnya, Pulau Sebatik saat ini sudah diminati oleh anak TKI (Tenaga Kerja Indonesia) dari Malaysia untuk mendapatkan akses pendidikan.
 
“Perbatasan Pulau Sebatik sudah ramai didatangi oleh anak TKI untuk mendapatkan pendidikan. Ini peluang pemerintah untuk lebih memperhatikan pendidikan di Perbatasan. Guru di daerah ini adalah ujung tombak pendidikan”, Ujarnya.
 
Perbatasan Pulau Sebatik adalah garda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Generasi Perbatasan Pulau Sebatik adalah cermin untuk Indonesia dimasa akan yang akan datang. (Naufal)

No comments

Powered by Blogger.