Header Ads

BINCANG HANGAT KKN UGM DENGAN HKMS

GAMBAR : KKN UGM BERSAMA HKMS
YOGYAKARTA – Setelah sukses melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di tahun 2016, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali akan mengirim mahasiswanya ke perbatasan Pulau Sebatik, Provinsi Kalimantan Utara.

Untuk mencari data dan infomasi tentang Pulau Sebatik, maka beberapa perwakilan mahasiswa ini mendatangi sekretariat Himpunan Keluarga Mahasiswa Sebatik (HKMS) Yogyakarta. Dalam pertemuan ini, masing-masing mahasiswa UGM dan mahasiswa Sebatik memperkenalkan diri terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan sharing dan diskusi terkait permasalahan, perkembangan, dan program kerja yang akan dilakukan dari mahasiswa KKN UGM di Pulau Sebatik. 

Menurut Koordinator KKN UGM Faqih Rohmatulloh, KKN untuk tahun ini lebih banyak melanjutkan program-program dari KKN UGM Tahun 2016.

“In shaa Allah kita akan KKN di Pulau Sebatik. Kita akan melanjutkan program-program yang telah dilakukan dari teman-teman KKN tahun 2016. Konsep kita tetap masih sama, lebih ke perikanan dan kelautan”, Ujarnya. Rabu (15/2)

Ketua HKMS Surya Nur mengatakan, berterima kasih kepada mahasiwa KKN UGM telah bersedia kembali memilih Pulau Sebatik sebagai lokasi KKN. Surya juga memaparkan bahwa kondisi Pulau Sebatik membutuhkan perhatian serius dari pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Mahasiswa UGM ini tertarik untuk KKN di perbatasan Pulau Sebatik, karena ingin terlibat langsung untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat perbatasan, ingin mengetahui kehidupan masyarakat di perbatasan, ingin melihat langsung patok perbatasan negara Indonesia dengan Malaysia, dan ada yang penasaran melihat Pulau Sebatik karena selama ini hanya dapat dilihat melalui media.

Tujuan dari pelaksanaan KKN, yakni agar mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang berharga melalui keterlibatan dalam masyarakat yang secara langsung menemukan, merumuskan, memecahkan dan menanggulangi permasalahan pembangunan secara prakmatis dan interdisipliner di perbatasan Pulau Sebatik, untuk menambah wawasan mahasiswa memotivasi masyarakat dalam membangun Desa, untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa tentang cara-cara dalam bermasyarakat, dan menjadikan mahasiswa sebagai generasi yang siap pakai dan sekaligus calon penerus pembangunan utamanya di daerah perbatasan, baik dimasa sekarang maupun dimasa yang akan datang. (Naufal)

No comments

Powered by Blogger.