Header Ads

PEMPROV KALTARA TAK MAMPU REALISASIKAN POLTEK SEBATIK, MASYARAKAT PERBATASAN MINTA KEADILAN MENTERI SUSI

GAMBAR : ILUSTRASI POLTEK SEBATIK
SEBATIK – Salah satu program pemerintah yang sangat dinantikan masyarakat perbatasan Pulau Sebatik di Provinsi Kalimantan Utara, yakni realisasi pembangunan Politeknik (Poltek) Perikanan Negeri Sebatik.

Harapan masyarakat perbatasan ini patut diapresiasi, dengan adanya Poltek ini dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masyarakat perbatasan, sehingga mampu bersaing di MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) dan di era globalisasi.

Tak hanya itu, Pulau Sebatik yang dikenal dengan kaya hasil laut dan hasil perikanan sudah sejak lama ditetapkan sebagai pulau terluar dan pulau terdepan Indonesia. Aturan tersebut berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2005 dan Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2017.

Poltek ini merupakan program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang di programkan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang di khususkan untuk 6 daerah terluar di Indonesia, salah satunya Pulau Sebatik.

Sebagai bentuk komitmen KKP untuk merealisasikan nawa cita Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla yang dituangkan di dalam point ke tiga, yakni membangun Indonesia dari daerah terdepan dan pinggiran. Maka, Menteri Susi menganggarkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan dana yang fantastis hingga mencapai angka Rp. 100 Milyar (seratus milyar) untuk perbatasan Pulau Sebatik.

Ketua LSM Ganas (Gerakan Pemuda Sebatik) Yasir mengatakan, pembangunan fisik Poltek ini seharusnya sudah dibangun sejak 2016. Namun, hingga saat ini bangunan tersebut belum terealisasi, sehingga ia sebagai masyarakat perbatasan Pulau Sebatik merasa di bohongi oleh pemerintah.

“Seharusnya tahun 2016 pembangunan fisik sudah bisa kita lihat, apalagi dikatakan anggaranya sudah berupa DAK dari Menteri Susi. Tapi, sampai hari ini kita tidak melihat realisasinya, jelas kami selaku masyarakat merasa dibohongi, karena sudah disampaikan bahwa akan dibangun namun sampai sekarang semuanya nihil,” Ujarnya. Jumat (17/3).

Tambahnya, Yasir juga menilai bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) tidak mampu untuk mendirikan Poltek Perikanan di Sebatik, sesuai dengan instruksi Menteri Susi. Ia mendesak Pemprov Kaltara  untuk segera merealisasikan Poltek tersebut, sehingga Poltek tersebut dapat digunakan oleh masyarakat pebatasan Pulau Sebatik dan anak TKI (Tenaga Kerja Indonesia).  

“Kami mendesak agar Pemprov Kaltara bersungguh-sungguh untuk membangun Poltek Sebatik, jangan hanya wacana dan retorika semata, karena ini sudah sangat diharapkan oleh masyarakat khususnya anak TKI agar bisa mengakses pendidikan yang lebih baik”, Ujarnya. Jumat (17/3).

Perbatasan Pulau Sebatik jauh ketinggalan dibandingkan dengan Kota Tawau (Malaysia). Sehingga, tak  heran jika masyarakat perbatasan Pulau Sebatik meminta kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, untuk turun langsung dalam memonitoring pembangunan Poltek Sebatik.

Masyarakat perbatasan ini juga meminta keadilan kepada Menteri Susi, karena sesungguhnya Pulau Sebatik adalah bagian dari Indonesia yang mempunyai hak yang sama dalam hal pembangunan dan kualitas pendidikan yang baik. (Naufal)

No comments

Powered by Blogger.