Header Ads

MAHASISWA MENDESAK PEMERINTAH MEREALISASIKAN DOB KOTA SEBATIK

GAMBAR : LOGO HKMS YOGYAKARTA
YOGYAKARTA – Pulau Sebatik yang berada di Provinsi Kalimantan Utara merupakan pulau perbatasan dan pulau terluar Indonesia. Pulau ini biasa juga disebut dengan “Teras Utara Indonesia”, karena berada diwilayah paling utara Indonesia dan berbatasan langsung garis pangkal teritorial (laut dan darat) dengan kerajaan Malaysia.

Tidak hanya itu, Pulau Sebatik yang dikenal sebagai perbatasan terunik di dunia ini menjadi ajang eksistensis antara Indonesia dan Malaysia. Apalagi setelah kekalahan Indonesia dari Malaysia di pengadilan Internasional Den Hag (Belanda) dalam perebutan dua pulau, yakni Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan.

Lepasnya Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan di rezim Presiden Megawati Soekarnoputri haruslah dijadikan pelajaran berharga bagi Pemerintah Indonesia saat ini. Kurang perhatian pemerintah terhadap daerah perbatasan dan pulau terluar serta belum jelasnya batas negara di Pulau Sebatik, menjadi salah satu penyebab lepasnya dua pulau ini.

Tak menginginkan Pulau Sebatik bernasib sama dengan dua pulau tersebut yang lepas dari wilayah NKRI, Mahasiswa Sebatik di Yogyakarta yang terhimpun dalam Himpunan Keluarga Mahasiswa Sebatik (HKMS) Yogyakarta, mendesak Presiden Jokowi dan Gubernur Provinsi Kalimantan Utara Irianto Lambrie untuk merealisasikan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Sebatik yang sudah puluhan tahun menjadi aspirasi masyarakat perbatatasan Pulau Sebatik.

“Kami mendesak pemerintah untuk memberikan perhatian khusus terhadap Pulau Sebatik, khususnya merealisasikan DOB Kota Sebatik. Selama ini pemerintah Kabupaten Nunukan belum bisa berbuat banyak untuk Pulau Sebatik mengingat wilayah Kabupaten ini tersebar di tiga Pulau yang berbeda,” Ujar Maslan Kapala Bidang Kajian Strategis HKMS Yogyakarta. Rabu (12/4).

Ia juga menjelaskan, bahwa fakta hari ini Pulau Sebatik jauh tertinggal jauh dari Kota Tawau Malaysia. Dimana Kota Tawau bagaikan matahari memantulkan cahayanya hingga sampai ke Pulau Sebatik. Sedangkan Pulau Sebatik seperti cahaya kunang-kunang.

Salah satu faktor sulitnya Pulau Sebatik menjadi daerah maju disebabkan statusnya sebagai kecamatan. Pulau Sebatik dengan jumlah penduduk saat ini 49.709 jiwa dan memiliki lima kecamatan yang siap dijadikan DOB, yakni Kecamatan Sebatik, Kecamatan Sebatik Barat, Kecamatan Sebatik Timur, Kecamatan Sebatik Utara, dan Kecamatan Sebatik Tengah. Segala persyaratan telah di penuhi Pulau Sebatik, sehingga telah dinyatakan memenuhi undang-undang sebagai DOB. (Naufal)

No comments

Powered by Blogger.