Header Ads

PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA SAMPAI HINGGA KE PELOSOK PERBATASAN


SEBATIK - Aliansi Mahasiswa Sebatik mengelar aksi penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja. Aksi ini dimulai pada hari Jumat, pukul 14.30 Wite dengan orasi pembuka yang di sampaikan oleh Koordinator Aksi, Naufal Ruwanda. Kemudian, dilanjutkan oleh masing-masing perwakilan dari Organda untuk menyampaikan orasi sebagai bentuk penyampaian aspirasi. Aksi penolakan ini dilaksanakan di Simpang Empat Kebalen Jaya, Desa Sungai Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur, Kalimantan Utara.

Gelaran aksi ini di maksudkan selain sebagai bentuk komitmen menolak Undang-undang (UU) Cipta Kerja yang saat ini menjadi isu nasional, juga di maksudkan sebagai bentuk solidaritas gerakan mahasiswa serta perpanjangan tangan dari aksi-aksi yang sebelumnya yang telah berlangsung di Kota Nunukan dan juga di sejumlah daerah lainnya.

Tidak hanya di ikuti oleh mahasiswa dari sejumlah organda, aksi ini juga di sertai oleh pelajar yang tergabung dalam Komunitas Pecinta Alam Sebatik (KOMPAS). Aksi ini sekaligus menunjukkan bahwa penolakan terhadap penetapan UU Cipta Kerja sampai hingga ke pelosok daerah perbatasan.

“Aksi ini di lakukan untuk menunjukan bahwa kami warga perbatasan yang berada di pelosok juga turut menolak UU yang telah di sahkan, karena keresahan atas UU yang telah di di sahkan oleh pemerintah tersebut. Maka dari itu kami sangat berharap agar pemerintah mendegarkan serta merespon tuntutan dan apirasi kami”, Ujar Naufal Ruwanda, Koordinator Aksi. Jumat, 09 Oktober 2020.

Ada dua tuntutan besar yang di bawah oleh perserta aksi yakni menuntut kepada pemerintah agar mencabut atau membatalkan UU Cipta Kerja dan mengecam adanya tindakan represif yang di lakukan aparat terhadap gerakan rakyat.

Aksi yang di sertakan dengan momen pembakaran ban ini menunjukan antusias dan semangat yang besar dalam penolakan atas UU Cipta Kerja. Massa aksi juga menyempatkan untuk melakukan sholat ghaib yang di tujukan untuk para korban yang gugur selama demontran yang berlangsung di beberapa daerah. Gerakan aksi ini berjalan dengan damai dan aksi ini di akhiri dengan membersihkan sampah-sampah di kawasan aksi. (Nasrul)

No comments

Powered by Blogger.