Header Ads

ADUH KUAT AMANAH VS DAMAI PILKADA NUNUKAN 2020

SEBATIK – Kabupaten Nunukan (Provinsi Kalimantan Utara) salah satu daerah yang akan melaksanakan Pilkada (Pemilihan Kepala daerah) serentak se-Indonesia yang akan dilaksanakan pada 9 Desember mendatang. Pilkada di Kabupaten Nunukan diikuti dua pasang calon yang berlaga untuk menjadi juara, yaitu Hj. Asmin Laura Hafid berpasangan dengan H. Hafiah dengan slogan “Amanah” dan H. Danni Iskandar berpasangan dengan Muhammad Nasir dengan slogan “Damai”.

Berbagai strategi kampaye dilakukan para calon untuk merebut suara masyarakat seperti blusukan, door to door, menyiapkan program kerja, membentuk tim pemenangan hingga ke tingkat RT, dan lain-lain.

Profil Calon Bupati

Hj. Asmin Laura Hafid, SE.,MM
Ia lahir di Tawau (Malaysia), 10 Agustus 1985. Ia memiliki pengalaman organisasi, yaitu Wakil Ketua DPD Partai Hanura Kalimantan Utara periode 2014-2015 dan Sekretaris DPD Partai Hanura Kalimantan Utara periode 2015-2020. Ia memiliki pengalaman kerja sebagai Anggota DPRD Kalimantan Utara periode 2009-2014, Anggota DPRD Kalimantan Utara periode 2014-2018, dan Bupati Nunukan 2015-2021. Ia memiliki riwayat pendidikan, yaitu SD Negeri 044 Nunukan Barat, SMP Negeri 1 Nunukan, SMU Pembangunan Makassar, Starata Satu (S1) Universitas Hasanuddin, dan Dua (S2) Universitas Mulawarman.

H. Danni Iskandar
Ia lahir di Nunukan (Kalimantan Utara), 17 Juli 1978. Ia memiliki pengalaman organisasi, yaitu Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Nunukan. Ia memiliki pengalaman kerja sebagai Ketua DPRD Nunukan periode 2014-2019, dan saat ini masih menjadi Anggota DPRD Nunukan periode 2019-2024. Sebelum menjadi Anggota DPRD, ia adalah pengusaha. Ia memiliki riwayat pendidikan, yaitu SD Negeri 04 Nunukan, SMP Negeri 1 Nunukan, dan SMA Negeri 1 Nunukan.


Profil Calon Wakil Bupati

H. Hanafiah, SE., M.Si
Ia lahir di Tanjung Selor (Kalimantan Utara), 20 Juli 1961. Ia memiliki pengalaman organisasi, yaitu Ketua LPTQ Kabupaten Nunukan periode 2016-2019, Ketua Badan Wakaf Indonesia di Kabupaten Nunukan periode 2019, dan Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia periode 2020.
Ia memiliki pengalaman kerja sebagai Kasi Perekonomian Dinas PMD Bulungan (1993-1999), Kasi Produksi Dinas Perkebunan Bulungan (1999), Pj Kepala Sosek Setkab Nunukan (1999-2001), Pj Kepala Bagian Ekonomi Setkab Nunukan (2001-2002), Asisten Ekonomi dan Pembangunan Nunukan (2002-2005), Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Nunukan (2005-2012), Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setkab Nunukan (2012-2014), Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (2014-2016), Kepala Dinas Perhubungan (2016-2017), Asisten Kesejahteraan Rakyat (2017-2019), Asesten Administrasi Umum (2019), dan  Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (2019).
Ia memiliki riwayat pendidikan, yaitu SD Negeri, SMP Tarakan, SMEA Negeri Tarakan, Starata Satu (S1) Universitas Mulawarman, dan Dua (S2) Universitas Mulawarman.

Muhammad Nasir, S.Pi., MM
Ia lahir di Gowa (Sulawesi Selatan), 03 Januari 1974. Ia memiliki pengalaman organisasi, yaitu Ketua KAMMI Kalimantan Timur (1998-1999), Wakil Ketua HIMARIN (Himpunan Mahasiswa Perikanan) periode 2006-2007, Ketua Pusdima Unmul 1997-1998, Kabid Kepemudaaan DPW Partai Keadilan Kalimantan Timur (1998-1999), Ketua Biro Politik dan Hukum Parta Keadilan Samarinda (1999-2000), Ketua DPD Partai Keadilan Kabupaten Nunukan (2002-2003), Ketua DPD PKS Kabupaten Nunukan (2003-2014), Bendahara Umum DPW PKS Kalimantan Utara (2014-2015), dan Ketua DPW PKS Kalimantan Utara (2016-sekarang), dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Ibnu Sina Nunukan
Ia memiliki pengalaman kerja sebagai Guru Madrasah Ibtidaiyah Loa Janan Kutai, Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Loa Janan Kutai, Guru Bimbel Samarinda, Guru SMP Muhammadiyah Nunukan, PPL Perikanan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Nunukan, Dosen STIT Ibnu Khaldun Nunukan, Anggota DPRD Kabupaten Nunukan 2 periode (2009-2014 dan 2014-2019), dan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara periode 2019-2024.
Ia memiliki riwayat pendidikan, yaitu SD Kutulu Limbung Gowa, SMP Muhamadiyah Kutulu Limbung Gowa, SMA Nengeri 4 Samarinda, Starata Satu (S1) Universitas Mulawarman, dan Dua (S2) STIE ABI Surabaya.


Kekuatan di DPRD

Berdasarkan hasil Pemilihan Legislatif  (Pileg) 14 April 2019, dari 16 partai yang mengikuti pemilihan umum (Pemilu), hanya 10 partai yang mampu merahi simpati masyarakat untuk mendudukan perwakilannya di DPRD Nunukan. Dari 25 kursi parlemen yang diperebutkan, masing-masing partai memiliki jumlah dewan yang didudukan, yaitu Partai Hanura dengan 7 kursi, Partai Demokrat dengan 5 kursi, PKS dengan 4 kursi, Partai Golkar dengan 2 kursi, PDIP dengan 2 kursi, Partai Gerindra dengan 1 kursi, Partai Nasdem dengan 1 kursi, PBB dengan 1 kursi, PPP dengan 1 kursi, dan Partai Perindo dengan 1 kursi.

Pasangan Laura-Hanafiah (Amanah) didukung dengan 6 partai, yaitu Partai Hanura, Partai Golkar, PDIP, Partai Gerindra, Partai Nasdem, dan Partai Perindo. Kekuatan koalisi ini mampu mengamankan suara parlamen Kabupaten Nunukan sebanyak 14 kursi atau 56%. Sedangkan pasangan Danni-Nasir (Damai) didukung oleh 4 partai, yaitu Partai Demokrat, PKS, PBB, dan PPP. Kekuatan koalisi ini mampu mengamankan suara parlemen Kabupaten Nunukan sebanyak 11 kursi atau 44%.


Kekuatan di Dapil

Pada pemilihan kepala daerah ini, pasangan dari Laura-Hanafiah (Amanah) di usung oleh Partai Hanura, Partai Golkar, PDIP, Partai Gerindra, Partai Nasdem, dan Partai Perindo, serta didukung beberapa partai seperti PKB, Partai Berkarya, dan Partai Gelora. Sedangkan pasangan dari Danni-Nasir (Damai) diusung oleh Partai Demokrat, PKS, PBB, dan PP, serta didukung oleh beberapa partai seperti PKPI dan PAN.
Berdasarkan hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) 14 April 2019 di Kabupaten Nunukan, untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Nunukan, hasil koalisi dari pasangan Danni-Nasir (Damai) lebih unggul dari pasangan Laura-Hanafiah (Amanah) baik dari jumlah suara koalisi partai maupun dari jumlah kursi parlemen di DPRD. Koalisi Damai mengamankan suara sebesar 55,18% sedangkan koalisi Amanah hanya 44,82%. Untuk kursi parlemen di DPRD Damai mampu mengamankan 54,55%, sedangkan Amanah hanya 45,45%.
Untuk Dapil 3 atau wilayah 3, hasil koalisi dari pasangan Laura-Hanafiah (Amanah) lebih unggul dari pasangan Danni-Nasir (Damai) baik dari jumlah suara koalisi partai maupun dari jumlah kursi parlemen di DPRD. Koalisi Amanah mengamankan suara sebesar 64,81% sedangkan koalisi Damai hanya 45,19%. Untuk kursi parlemen di DPRD Amanah mampu mengamankan 75%, sedangkan Damai hanya 25%.
Untuk Dapil Sebatik, hasil koalisi dari pasangan Laura-Hanafiah (Amanah) lebih unggul sebanyak 61,89%, sedangkan pasangan Danni-Nasir (Damai) hanya 38,11%. Namun, yang unik adalah dari jumlah kursi parlemen di DPRD bahwa kedua pasangan calon ini seimbang, yaitu koalisi Amanah 50% dan koalisi Damai 50%. Sehingga Dapil Sebatik menjadi kunci dari pemenangan kedua calon.


Visi Misi Calon

Visi dari pasangan Laura-Hanafiah (Amanah) adalah “mewujudkan Kabupaten Nunukan yang aman, maju, adil, dan sejahtera. Sedangkan visi dari pasangan Danni-Nasir (Damai)  adalah “Nunukan Baru” yaitu “mewujudkan pemerintahan berintegrasi yang transparan dan partispasi, untuk melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan, menuju masyarakat sejahtera dan modern”.

Misi dari pasangan Laura-Hanafiah (Amanah), yaitu (1) Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia yang berdaya saing, (2) Meningkatkan infrastruktur untuk pemenuhan pelayanan dasar dan mendukung pertumbuhan ekonomi, (3) Meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah yang berbasis pengembangan sumber daya lokal, (4) Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui pelaksanaan agenda reformasi birokrasi, dan (5) Mewujudkan tatanan kehidupan bermasyarakat yang aman, tertib, tentram.
Sedangkan misi dari pasangan Danni-Nasir (Damai), yaitu (1) Nunukan Inpati (Integritas Transparan, dan Partisipatif, (2) Nunukan Sadar (Sehat, Cerdas, dan Bersahaja), (3) Nunukan Sejahtera, dan (4) Nunukan Hijau.

Pasangan Damai memiliki 11 program unggulan, yaitu (1) BERAS (Bangun Bersama dari RT dan Desa Untuk Semua, (2) GERAK (Jemput Bola dan Layanan Digital, (3) GRASI (Gratis Air Bersih), (4) WARIS (Pariwisata Terintegrasi), (5) APRESIASI (Aparatur Sipil dan Honorer yang siap dan manusiawi), (6) JALI (Hijau Lingkunganku), (7) JELATA (Jemput Bola dan Layanan Digital), (8) BIDIK (Biaya Pendidikan), (9) LAPAK (Lapangan Kerja dan Kesejahteraan Buruh), (10) RAHMAT (Kesejahteraan Ummat yang Religius, dan (11) GAIRAH (Generasi Juara yang Hebat).


Tim Pemenangan

Struktur tim pemenangan dari pasangan Laura-Hanafiah (Amanah) di ketua oleh Hj. Leppa, sekretaris  tim pemenangan adalah Khairil Anwar, dan bendahara tim pemenangan adalah Hj. Nikmah. Sedangkan struktur tim pemenanangan dari pasangan Danni-Nasir (Damai) di ketua oleh Ruman Tumbo, SH, sekretaris tim pemenangan adalah Muh. Khoiruddin, S.Hi, bendahara tim pemenangan adalah H. Ismail, Sos.
Latar belakang dari tim pemenangan Amanah, yaitu Hj. Leppa adalah Ketua DPRD Kabupaten Nunukan dan juga merupakan Ibu dari Hj. Asmin Laura Hafid, sedangkan Hj. Nikmah adalah Anggota DPRD Kabupaten Nunukan dapil Sebatik yang juga kerabat dari Hj. Asmin Laura Hafid. Sedangkan latar belakang dari tim pemenangan Damai, yaitu Ruman Tumbo, SH adalah Wakil Ketua III DPC Partai Demokrat Kabupaten Nunukan dan juga mantan anggota DPRD Kabupaten Nunukan dari Partai Demokrat, untuk Muh. Khoiruddin, S.Hi adalah Sekretaris DPD PKS Kabupaten Nunukan, dan untuk H. Ismail, Sos adalah Bendahara III DPC Partai Demokrat Kabupaten Nunukan dan juga Ipar dari H. Danni Iskandar.


Pesta demokrasi yang sebentar lagi akan berlangsung, mari kita jadikan sebagai sarana silaturahmi. Berbeda pilihan adalah bagian dari bentuk berdemokrasi, bukan untuk saling membenci dan berhujat satu sama lain. Dan tanggungjawab kita bersama adalah tetap menjaga keutuhan demokrasi dan etika berpolitik. (Nasrul)

No comments

Powered by Blogger.